A.
Pemerolehan Dan
Pembelajaran Bahasa
Istilah
pemerolehan bahasa atau language acquisition biasanya dihubungkan dengan
pemerolehan bahasa pertama atau kedua. Pemerolehan bahasa pertama adalah proses
belajar bahasa yang dilakukan tanpa disadari. Pemerolehan bahasa terjadi dengan
ciri - ciri tidakdirencanakan dan tidak disadari. Hal ini terjadi pada masa
kanak - kanak. Ketika kanak - kanak, orang tua kita tidak pernah menyusun suatu
program pengajaran bahasa. Kita belajar bahasa pertama secara alamiah atau natural.
Orang - orang dewasa di sekitar kita
menjadi guru alamiah kita. Mereka akan memberi pujian jika kita
berbicara benar, dan perbaikan jika kita
berbicara salah.
Pemerolehan
bahasa dapat diklasifikasikan atas dua golongan, yakni pemerolehan bahasa pertama
dan pemerolehan bahasa kedua. Pemerolehan bahasa pertama berhubungan dengan
segala kegiatan seseorang dalam menguasai bahasa ibunya. Sedangkan pemerolehan
bahasa kedua terjadi setelah setelah seseorang menguasai bahasa pertamanya.
Pemerolehan bahasa kedua ini dapat diperoleh melalui jalur formal maupun
informal. Kegiatan pemerolehan B2 melalui jalur formal ini dapat dikatakan
sebagai pembelajaran bahasa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
pengajaran bahasa secara alamiah disebut pemerolehan bahasa. Sedangkan
pengajaran bahasa secara formal dengan ciri - ciri: direncanakan, disengaja,
dan disadari dapat disebut dengan istilah pembelajaran bahasa.
B.
Pemerolehan Bahasa Pertama
Selama pemerolehan bahasa
pertama, Chomsky menyebutkan bahwa ada dua proses yang terjadi ketika
seorang kanak-kanak memperoleh bahasa pertamanya. Proses yang dimaksud adalah proses kompetensi dan proses performansi. Kedua proses
ini merupakan dua proses yang berlainan.
Kompetensi adalah proses penguasaan tata
bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik)
secara tidak disadari. Kompetensi ini dibawa oleh setiap anak sejak lahir. Meskipun dibawa sejak lahir,
kompetensi memerlukan
pembinaan sehingga anak-anak memiliki performansi dalam berbahasa.
Performansi adalah kemampuan anak
menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Performansi terdiri dari dua proses, yaitu proses pemahaman dan proses
penerbitan kalimat-kalimat.
Proses pemahaman melibatkan kemampuan mengamati atau mempersepsi kalimat-kalimat yang didengar, sedangkan proses penerbitan
melibatkan kemampuan
menghasilkan kalimat-kalimat sendiri (Chaer 2003:167). Hal yang patut dipertanyakan adalah bagaimana strategi si anak dalam
memperoleh bahasa pertamanya dan apakah setiap anak memiliki strategi yang
sama dalam memperoleh
bahasa pertamanya?
Berkaitan
dengan hal ini, Dardjowidjojo, (2005:) menyebutkan bahwa pada umumnya
kebanyakan ahli kini berpandangan bahwaanak di mana pun juga memperoleh bahasa
pertamanya dengan memakai strategi yangsama. Kesamaan ini tidak hanya dilandasi
oleh biologi dan neurologi manusia yang sama,tetapi juga oleh pandangan
mentalistik yang menyatakan bahwa anak telah dibekalidengan bekal kodrati pada
saat dilahirkan. Di samping itu, dalam bahasa juga terdapatkonsep universal
sehingga anak secara mental telah mengetahui kodrat-kodrat yang universal ini.
Perlu
untuk diketahui adalah seorang anak tidak dengan tiba-tiba memiliki tata
bahasa B1 dalamotaknya dan lengkap dengan semua kaidahnya.
Seperti yang
dikemukakan oleh Safriandi (2008) berikut ini, bahwa B1diperolehnya dalam
beberapa tahap dan setiap tahap berikutnya lebih mendekati tata bahasa
dari bahasa orang dewasa.
Lebih lanjut
dikatakan bahwatahap-tahap pemerolehan bahasa pada aspek tahapan
linguistik yang terdiri atas beberapatahap, yaitu
(1) tahap
pengocehan (babbling);
(2) tahap satu
kata (holofrastis);
(3) tahap dua
kata; dan
(4) tahap
menyerupai telegram (telegraphic speech).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar