Halaman

Sabtu, 21 Desember 2013

Pemerolehan Bahasa Pertama



A.    Pemerolehan Dan Pembelajaran Bahasa
Istilah pemerolehan bahasa atau language acquisition biasanya dihubungkan dengan pemerolehan bahasa pertama atau kedua. Pemerolehan bahasa pertama adalah proses belajar bahasa yang dilakukan tanpa disadari. Pemerolehan bahasa terjadi dengan ciri - ciri tidakdirencanakan dan tidak disadari. Hal ini terjadi pada masa kanak - kanak. Ketika kanak - kanak, orang tua kita tidak pernah menyusun suatu program pengajaran bahasa. Kita belajar bahasa pertama secara alamiah atau natural. Orang - orang dewasa di sekitar kita  menjadi guru alamiah kita. Mereka akan memberi pujian jika kita berbicara benar, dan perbaikan jika kita  berbicara salah.

Pemerolehan bahasa dapat diklasifikasikan atas dua golongan, yakni pemerolehan bahasa pertama dan pemerolehan bahasa kedua. Pemerolehan bahasa pertama berhubungan dengan segala kegiatan seseorang dalam menguasai bahasa ibunya. Sedangkan pemerolehan bahasa kedua terjadi setelah setelah seseorang menguasai bahasa pertamanya. Pemerolehan bahasa kedua ini dapat diperoleh melalui jalur formal maupun informal. Kegiatan pemerolehan B2 melalui jalur formal ini dapat dikatakan sebagai pembelajaran bahasa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengajaran bahasa secara alamiah disebut pemerolehan bahasa. Sedangkan pengajaran bahasa secara formal dengan ciri - ciri: direncanakan, disengaja, dan disadari dapat disebut dengan istilah pembelajaran bahasa.


B.     Pemerolehan Bahasa Pertama
Selama pemerolehan bahasa pertama, Chomsky menyebutkan bahwa ada dua proses yang terjadi ketika seorang kanak-kanak memperoleh bahasa pertamanya. Proses yang dimaksud adalah proses kompetensi dan proses performansi. Kedua proses ini merupakan dua proses yang berlainan.
Kompetensi adalah proses penguasaan tata bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik) secara tidak disadari. Kompetensi ini dibawa oleh setiap anak sejak lahir. Meskipun dibawa sejak lahir, kompetensi memerlukan pembinaan sehingga anak-anak memiliki performansi dalam berbahasa.
Performansi adalah kemampuan anak menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Performansi terdiri dari dua proses, yaitu proses pemahaman dan proses penerbitan kalimat-kalimat. Proses pemahaman melibatkan kemampuan mengamati atau mempersepsi kalimat-kalimat yang didengar, sedangkan proses penerbitan melibatkan kemampuan menghasilkan kalimat-kalimat sendiri (Chaer 2003:167). Hal yang patut dipertanyakan adalah bagaimana strategi si anak dalam memperoleh bahasa pertamanya dan apakah setiap anak memiliki strategi yang sama dalam memperoleh bahasa pertamanya?
Berkaitan dengan hal ini, Dardjowidjojo, (2005:) menyebutkan bahwa pada umumnya kebanyakan ahli kini berpandangan bahwaanak di mana pun juga memperoleh bahasa pertamanya dengan memakai strategi yangsama. Kesamaan ini tidak hanya dilandasi oleh biologi dan neurologi manusia yang sama,tetapi juga oleh pandangan mentalistik yang menyatakan bahwa anak telah dibekalidengan bekal kodrati pada saat dilahirkan. Di samping itu, dalam bahasa juga terdapatkonsep universal sehingga anak secara mental telah mengetahui kodrat-kodrat yang universal ini.
Perlu untuk diketahui adalah seorang anak tidak dengan tiba-tiba memiliki tata bahasa B1 dalamotaknya dan lengkap dengan semua kaidahnya.
Seperti yang dikemukakan oleh Safriandi (2008) berikut ini, bahwa B1diperolehnya dalam beberapa tahap dan setiap tahap berikutnya lebih mendekati tata bahasa dari bahasa orang dewasa.
Lebih lanjut dikatakan bahwatahap-tahap pemerolehan bahasa pada aspek tahapan linguistik yang terdiri atas beberapatahap, yaitu
(1) tahap pengocehan (babbling);
(2) tahap satu kata (holofrastis);
(3) tahap dua kata; dan
(4) tahap menyerupai telegram (telegraphic speech).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar