A.
Pemerolehan Bahasa Kedua
Cara
pemerolehan bahasa kedua dapat dibagi dua cara, yaitu pemerolehan bahasa kedua
secara terpimpin dan pemerolehan bahasa kedua secara alamiah.
- Pemerolehan bahasa kedua yang diajarkan kepada pelajar dengan menyajikan materi yang sudah dipahami. Materi bergantung pada kriteria yang ditentukan oleh guru. Strategi-strategi yang dipakai oleh seorang guru sesuai dengan apa yang dianggap paling cocok bagi siswanya.
- Pemerolehan bahasa kedua secara alamiah adalah pemerolehan bahasa kedua/asing yang terjadi dalam komunikasi sehari-hari, bebas dari pengajaran atau pimpinan,guru. Tidak ada keseragaman cara. Setiap individu memperoleh bahasa kedua dengan caranya sendiri-sendiri. Interaksi menuntut komunikasi bahasa dan mendorong pemerolehan bahasa. Dua ciri penting dari pemerolehan bahasa kedua secara alamiah atau interaksi spontan ialah terjadi dalam komunikasi sehari-hari, dan bebas dari pimpinan sistematis yang sengaja.
Di Indonesia khususnya dalam dunia pendidikan terlihat adanya fenomena
pemerolehan bahasa asing atau bahasa kedua. Sejak dari sekolah dasar telah
diperkenalkan dengan bahasa kedua yaitu misalnya bahasa Inggris. Pembelajaran
bahasa kedua ini terus berlanjut sampai ketingkat yang lebih tinggi. Di luar
pendidikan formal banyak terdapat tempat-tempat kursus untuk memperoleh bahasa
asing atau bahasa kedua ini. Misalnya Kursus bahasa Jerman, bahasa Jepang,
Bahasa Mandarin, bahasa Perancis dan sebagainya.
Aspek-Aspek
Pembelajaran Bahasa Kedua
1.
Kemampuan bahasa
2.
Usia
3.
Stategi yang digunakan
4.
Motivasi
5.
Hubungan antara Pemerolehan Bahasa Pertama dan Pemerolehan Bahasa Kedua
Ciri-ciri
pemerolehan bahasa mencakup keseluruhan kosakata, keseluruhan morfologi,
keseluruhan sintaksis, dan kebanyakan fonologi. Istilah pemerolehan bahasa
kedua atau second language aqcuisition adalah pemerolehan yang bermula pada atau
sesudah usia 3 atau 4 tahun. Ada pemerolehan bahasa kedua anak-anak dan
pemerolehan bahasa kedua orang dewasa.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembelajaran Bahasa Kedua
Keberhasilan pembelajaran bahasa kedua
dipengaruhi oleh enam faktor yaitu:
1. Faktor motivasi.
Belajar bahasa yang dilandasi oleh motivasi yang kuat, akan memperoleh
hasil yang lebih baik. Motivasi, dalam perspektif ini meliputi dorongan,
hasrat, kemauan, alasan, atau tujuan yang menggerakkan seseorang untuk belajar
bahasa.
2. Faktor
lingkungan.
Faktor
Lingkungan meliputi lingkungan formal dan informal. Lingkungan formal adalah
lingkungan sekolah yang dirancang sedemikian rupa, bagian dari pengajaran, dan
diarahkan untuk melakukan aktivitas yang berorientasi kaidah (Krashen, 2002).
Lingkungan informal adalah lingkungan alami dan natural yang memungkinkan anak
berinteraksi dengan bahasa tersebut.
3.
Usia.
Anak-anak,
menurut Lambert (1972) memiliki peluang untuk mahir belajar bahasa. Mereka
masih berada pada masa umur kritis berbahasa (Allan &Paivio, 1981).
4.
Kualitas pajanan.
Materi
pembelajaran yang dipaparkan secara natural memberikan makna bagi anak dalam
kehidupan sehari-hari. Di lain pihak, paparan yang disajikan secara formal
membuat anak menguasai kaidah secara relatif cepat, meskipun mungkin mereka
tidak dapat mengeskpresikan penguasaannya dalam komunikasi yang natural (Ellis,
1986).
5.
Bahasa
pertama.
Jika bahasa pertama memiliki kedekatan kekerabatan
dengan bahasa kedua, pembelajar mempunyai kemudahan mengembangkan kompetensinya.
6.
Faktor intelligensi.
Walaupun
belum terbukti secara akurat danbertentangan dengan teori multiple
intelligences, diduga tingkat kecerdasan anakmempengaruhi kecepatan pemerolehan
bahasa keduanya. Menurut Lambert, anak-anakbilingual memiliki performansi yang
secara signifikan lebih baik daripada anak-anakmonolingual, baik pada tes
inteligensi verbal maupun nonverbal (Lambert, 1981:154).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar